Samarinda – Pemprov Kaltim memastikan stok daging sapi mencukupi, bahkan sampai pada perayaan Hari Raya Iduladha 1443 H.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua instansi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan.
“Insyallah, stok daging sapi atau persedian kebutuhan barang pokok telah dilist setiap harinya, termasuk memastikan harga tetap terjangkau,” jelasnya kepada Narasi.co di Kantor Disperindagkop UKM Kaltim, Senin (30/5/2022).
Diungkapkannya, memang saat ini harga daging sapi masih terbilang tinggi hingga di atas harga eceran tinggi (HET).
Apalagi beredar informasi bahwa ada wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang rentan menjangkit hewan seperti sapi.
“Namun kembali ditegaskan, stok kebutuhan daging sapi sampai pada Hari Raya Iduladha di Kaltim masih aman. Sementara untuk pendistribusian hewan sapi utuh yang didatangkan dari luar Kaltim adalah ranah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPHK) Kaltim,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPHK Kaltim Munawwar mengutarakan jika stok daging sapi di Kaltim sampai saat ini masih stabil. Sementara terkait wabah PMK pada hewan-hewan di Kaltim belum menjamur. Wabah PMK telah dipastikan belum sampai di Benua Etam.
“Ketersediaan sapi potong masih aman dan belum terpengaruh dari adanya PMK, termasuk dari daerah suplai yaitu NTT dan Bali,” tegasnya.
Mengenai antisipasi penularan PMK, DPHK Kaltim terus melakukan upaya dengan melakukan uji klinis sampai pada gencarnya menyosialisasikan bagaimana bio security dan bio safety.
“Kita terus melakukan upaya pencegahan di perbatasan-perbatasan serta tidak memberikan izin rekomendasi di daerah yang terjangkit PMK,” ucapnya.
“Sapi yang masuk ke Kaltim juga mengacu pada edaran karantina. Mereka (distributor) harus melakukan karantina 14 hari terhadap hewan yang akan dikirim di daerah asal untuk melihat masa inkubasi gejala wabah PMK,” sambung Munawwar kepada Narasi.co melalui telepon seluler.
Sementara untuk vaksin hewan saat ini masih impor sesuai arahan pemerintah. Ini akan berlangsung hingga bulan Agustus 2022 mendatang sebab penyelesaian pembuatan vaksin di Pulau Jawa kemungkinan akan selesai.